Lupakan gaya feminin klasik dengan motif floral, pita, maupun renda. Kini saatnya mengeluarkan gairah dalam diri. Berkreasi dengan motif-motif eksotis yang sensual. Biarkan emosi memimpin ekspresi. Ciptakan gaya seksi dalam imajinasi, lalu melangkahlah dalam penampilan atraktif bak seorang diva. Musim panas ini, saatnya Anda menjadi bintang.
Panggung mode internasional mendukung mimpimimpi liar para wanita. Desainer tidak lagi mencipta rancangan sesuai pakem. Mereka juga berpadu dalam fantasi dan mengeluarkan ide dengan bebas. Catwalk bagaikan kanvas yang diisi warna-warni busana ekspresif dan penuh pesona liar.
Berbicara wild attraction, memang tidak jauh dari motif kulit binatang alias animal prints. Sebenarnya, ini bukanlah merupakan tren baru. Eksotisme animal prints sudah dieksplorasi sejak 2006 lalu. Namun, sisi sensualnya tetap bertahan hingga 2008, tentu dengan kemasan yang berbeda. Kali ini, animal prints hadir lebih semarak dengan campuran corak tribal, baik Afrika maupun Asia.
Kendati demikian, corak kulit binatang ini terus meluas. Bahkan, tidak hanya terbatas pada busana semata, melainkan melebar hingga aksesori, termasuk sepatu, tas, syal, kacamata, hingga perhiasan.
Salah satu desainer yang terkenal dengan motif animal prints adalah Roberto Cavalli. Perancang asal Florence ini tidak pernah ketinggalan menghadirkan napas liar dalam koleksinya, termasuk sentuhan animal prints. Demikian pula untuk koleksi terbarunya.
Suami Eva Duringer ini tetap konsisten menampilkan ciri khasnya meski tidak terlalu kentara. Musim ini, Cavalli mengaplikasikan animal prints pada ragam mantel, terusan, dan stocking. Menegaskan gaya seksi, agresif, sekaligus unik.
“Bagi saya, animal prints merupakan simbolisme sensualitas seorang wanita yang berkarakter, berani, dan sadar mode,” sebut Cavalli dalam sebuah wawancara.
Corak leopard atau macan tutul memang populer. Namun, pada 2008 ini ragam corak kulit binatang dieksplorasi lebih jauh. Para desainer tidak tanggung-tanggung menghadirkan beberapa motif sekaligus, mulai leopard, piton, hingga crocodile. Alternatif lainnya adalah corak klasik dalmatian dan zebra.
Yang sedikit berbeda, kali ini warna yang digunakan bukan saja tone natural, melainkan juga palet terang. Misalnya pink, hijau, merah, dan kuning. Menurut Diane Von Furstenberg, hal ini supaya selaras dengan musim. “Summer mengundang warna-warna cerah yang menyenangkan untuk dikenakan,” tuturnya.
Barisan desainer lain yang juga kerap menggunakan motif eksotis ini adalah Dolce & Gabbana, Proenza Schouler, Oscar de la Renta, Christian LaCroix, Blumarine, Christophe Decarnin, dan Jean-Paul Gaultier. Sementara di Indonesia, Geraldus Sugeng memberikan pemandangan menarik lewat koleksi gaun pesta bermotif animal prints.
Satu hal yang harus diingat, menggunakan animal prints memang menjadi pernyataan gaya tersendiri. Namun, bila salah memadukannya, yang terjadi adalah fashion disaster.
Pasalnya, jenis motif ini bagai memiliki dua sisi berbeda, bisa menghadirkan citra elegan dan sensual atau malah berkesan bitchy.
Nah, bila Anda ingin mengungkapkan ekspresi liar lewat motif ini, terdapat beberapa peraturan yang tidak boleh dilanggar. Tidak peduli betapapun menariknya corak eksotis ini, Anda tidak diperkenankan mencampuraduknya.
Gunakan salah satu item fashion dalam motif animal prints, lalu kombinasikan dengan item polos yang bersifat menetralkan. Misalnya, mengenakan scarf leopard sebagai padanan blazer ataupun menjinjing tas bertekstur croco skin saat mengenakan setelan resmi.
Kesan seksi akan Anda dapatkan ketika mengenakan kemeja polos, denim, dan platform bermotif leopard. Bila Anda ingin tampil berbeda dalam sebuah pesta, gunakan terusan dalam motif piton nan eksotis, padukan bersama stocking hitam, strappy heels, dan clutch berdetail kristal. Sassy, yet sophisticated. (modelayu.com)

No comments:
Post a Comment