Friday, July 31, 2009

on the catwalk

Gaya liar mendominasi catwalk. Motif animal printshingga gaya tribal eksotis menjadi tren terbaru gaya berbusana musim panas.

Lupakan gaya feminin klasik dengan motif floral, pita, maupun renda. Kini saatnya mengeluarkan gairah dalam diri. Berkreasi dengan motif-motif eksotis yang sensual. Biarkan emosi memimpin ekspresi. Ciptakan gaya seksi dalam imajinasi, lalu melangkahlah dalam penampilan atraktif bak seorang diva. Musim panas ini, saatnya Anda menjadi bintang.

Panggung mode internasional mendukung mimpimimpi liar para wanita. Desainer tidak lagi mencipta rancangan sesuai pakem. Mereka juga berpadu dalam fantasi dan mengeluarkan ide dengan bebas. Catwalk bagaikan kanvas yang diisi warna-warni busana ekspresif dan penuh pesona liar.

Berbicara wild attraction, memang tidak jauh dari motif kulit binatang alias animal prints. Sebenarnya, ini bukanlah merupakan tren baru. Eksotisme animal prints sudah dieksplorasi sejak 2006 lalu. Namun, sisi sensualnya tetap bertahan hingga 2008, tentu dengan kemasan yang berbeda. Kali ini, animal prints hadir lebih semarak dengan campuran corak tribal, baik Afrika maupun Asia.

Kendati demikian, corak kulit binatang ini terus meluas. Bahkan, tidak hanya terbatas pada busana semata, melainkan melebar hingga aksesori, termasuk sepatu, tas, syal, kacamata, hingga perhiasan.

Salah satu desainer yang terkenal dengan motif animal prints adalah Roberto Cavalli. Perancang asal Florence ini tidak pernah ketinggalan menghadirkan napas liar dalam koleksinya, termasuk sentuhan animal prints. Demikian pula untuk koleksi terbarunya.

Suami Eva Duringer ini tetap konsisten menampilkan ciri khasnya meski tidak terlalu kentara. Musim ini, Cavalli mengaplikasikan animal prints pada ragam mantel, terusan, dan stocking. Menegaskan gaya seksi, agresif, sekaligus unik.

“Bagi saya, animal prints merupakan simbolisme sensualitas seorang wanita yang berkarakter, berani, dan sadar mode,” sebut Cavalli dalam sebuah wawancara.

Corak leopard atau macan tutul memang populer. Namun, pada 2008 ini ragam corak kulit binatang dieksplorasi lebih jauh. Para desainer tidak tanggung-tanggung menghadirkan beberapa motif sekaligus, mulai leopard, piton, hingga crocodile. Alternatif lainnya adalah corak klasik dalmatian dan zebra.

Yang sedikit berbeda, kali ini warna yang digunakan bukan saja tone natural, melainkan juga palet terang. Misalnya pink, hijau, merah, dan kuning. Menurut Diane Von Furstenberg, hal ini supaya selaras dengan musim. “Summer mengundang warna-warna cerah yang menyenangkan untuk dikenakan,” tuturnya.

Barisan desainer lain yang juga kerap menggunakan motif eksotis ini adalah Dolce & Gabbana, Proenza Schouler, Oscar de la Renta, Christian LaCroix, Blumarine, Christophe Decarnin, dan Jean-Paul Gaultier. Sementara di Indonesia, Geraldus Sugeng memberikan pemandangan menarik lewat koleksi gaun pesta bermotif animal prints.

Satu hal yang harus diingat, menggunakan animal prints memang menjadi pernyataan gaya tersendiri. Namun, bila salah memadukannya, yang terjadi adalah fashion disaster.
Pasalnya, jenis motif ini bagai memiliki dua sisi berbeda, bisa menghadirkan citra elegan dan sensual atau malah berkesan bitchy.

Nah, bila Anda ingin mengungkapkan ekspresi liar lewat motif ini, terdapat beberapa peraturan yang tidak boleh dilanggar. Tidak peduli betapapun menariknya corak eksotis ini, Anda tidak diperkenankan mencampuraduknya.

Gunakan salah satu item fashion dalam motif animal prints, lalu kombinasikan dengan item polos yang bersifat menetralkan. Misalnya, mengenakan scarf leopard sebagai padanan blazer ataupun menjinjing tas bertekstur croco skin saat mengenakan setelan resmi.

Kesan seksi akan Anda dapatkan ketika mengenakan kemeja polos, denim, dan platform bermotif leopard. Bila Anda ingin tampil berbeda dalam sebuah pesta, gunakan terusan dalam motif piton nan eksotis, padukan bersama stocking hitam, strappy heels, dan clutch berdetail kristal. Sassy, yet sophisticated. (modelayu.com)

animal instinct

Animals are a major group of mostly multicellular, eukaryotic organisms of the kingdom Animalia or Metazoa. Their body plan eventually becomes fixed as they develop, although some undergo a process of metamorphosis later on in their life. Most animals are motile, meaning they can move spontaneously and independently. Most animals are also heterotrophs, meaning they must ingest other organisms for sustenance.

Most known animal phyla appeared in the fossil record as marine species during the Cambrian explosion, about 542 million years ago.

Etymology

The word "animal" comes from the Latin word animale, neuter of animalis, and is derived from anima, meaning vital breath or soul. In everyday colloquial usage, the word usually refers to non-human animals[citation needed]. The biological definition of the word refers to all members of the Kingdom Animalia including humans.

Characteristics

Animals have several characteristics that set them apart from other living things. Animals are eukaryotic and are multicellular[2] (although see Myxozoa), which separates them from bacteria and most protists. They are heterotrophic,[3] generally digesting food in an internal chamber, which separates them from plants and algae (some sponges are capable of photosynthesis and nitrogen fixation though).[4] They are also distinguished from plants, algae, and fungi by lacking rigid cell walls.[5] All animals are motile,[6] if only at certain life stages. In most animals, embryos pass through a blastula stage, which is a characteristic exclusive to animals.

Structure

With a few exceptions, most notably the sponges (Phylum Porifera) and Placozoa, animals have bodies differentiated into separate tissues. These include muscles, which are able to contract and control locomotion, and nerve tissue, which sends and processes signals. There is also typically an internal digestive chamber, with one or two openings. Animals with this sort of organization are called metazoans, or eumetazoans when the former is used for animals in general.

All animals have eukaryotic cells, surrounded by a characteristic extracellular matrix composed of collagen and elastic glycoproteins. This may be calcified to form structures like shells, bones, and spicules. During development it forms a relatively flexible framework upon which cells can move about and be reorganized, making complex structures possible. In contrast, other multicellular organisms like plants and fungi have cells held in place by cell walls, and so develop by progressive growth. Also, unique to animal cells are the following intercellular junctions: tight junctions, gap junctions, and desmosomes. (wikipedia.org)